
Kebahagiaan itu seperti rumah makan Padang, sederhana! Nah, kalau ditanya siapakah orang yang paling jago membuat kebahagiaan-kebahagiaan yang sederhana, maka jawabannya adalah anak-anak sekolah, terutama yang hidup sebelum teknologi video games di smartphone dantablet muncul dan boleh dibawa ke sekolah.
Baca juga: Yang Terjadi di Kelas Pas Nggak Ada Guru
Anak-anak sekolah itu jago banget bikin-bikin permainan yang sederhana. Mereka nggak boleh bawa mainan apalagi gadget. Tapi mereka tak pernah kehabisan akal untuk menciptakan ‘taman bermain’ di meja belajarnya. Dengan memanfaatkan imajinasinya, semua benda yang ada di sekitar bisa jadi alat permainan. Mereka bisa ketawa-ketiwi seru banget sambil memainkan sesuatu. Dari kertas aja, mereka bisa menciptakan permainan sepak bola dan balap mobil. Dengan memanfaatkan jari di tangan mereka juga bisa bikin kuis-kuisan yang nggak kalah seru dari kuis di televisi.
Mari kita kembali ke masa lalu sejenak, jauhkan sedikit dirimu dari games-games di tablet dansmartphone-mu, mari kita mengingat masa-masa ketika kreativitas dan imajinasi kita benar-benar ‘bermain.’ Apa sajakah permainan sederhana nan kreatif yang pernah kita buat di masa sekolah? Inilah jawabannya...
Tebak-Tebakan Nama Negara
Tiap anak pasti diwajibkan untuk punya Atlas sebagai pendukung pelajaran IPS atau Geografi. Nah, di luar jam pelajaran, Atlas itu dijadikan media untuk bikin kuis, entah itu tebak-tebakan letak negara, cepat-cepatan mencari suatu daerah, dan menebak negara berdasarkan benderanya. Bisa jadi, diplomat-diplomat sekarang ini bisa muncul karena dulunya mereka sering main tebak-tebakan negara.
Bingo
Mainan ini juga lumayan sederhana, siapin kertas sama pensil aja. Tulis angka dibawah tulisan BINGO, siapa yang angkanya membentuk tulisan BINGO duluan yang menang.
Mainan ini juga lumayan sederhana, siapin kertas sama pensil aja. Tulis angka dibawah tulisan BINGO, siapa yang angkanya membentuk tulisan BINGO duluan yang menang.
Bola Kertas

Anak-anak cowok nih yang biasanya mainin ini. Mereka memotong kertas berbentuk persegi lalu ditekuk, satu potongan kertas menjadi satu pemain. Terus bola dibuat dari kertas digulung-gulung atau dari kapur yang diukir pake tutup pulpen. Cara menendangnya yaitu dengan menekan lipatan kertas di pemain.
Banyak juga yang sampe niat banget, kertasnya diwarnain biar mirip kayak seragam klub bola. Terus dikasih nama punggung. Pokoknya jadi berasa main Winning Eleven deh. Oya, beberapa anak juga memanfaatkan bungkus rokok untuk dijadikan pemain. Soalnya, bungkus rokok itu lebih kuat. Dampaknya, tendangannya bisa lebih kuat juga. Kadang sampe mental keluar kelas juga.
Balap Mobil Pake Pulpen
Nggak tau deh permainan ini banyak dipake atau nggak. Yang jelas ini seru juga. Caranya gini, kita gambar treknya dulu kertas, terus gambarin juga jebakan-jebakannya seperti bom atau duri. Terus, tiap pemainnya jalannya menggunakan pulpen yang diluncurkan, goresan pulpen yang keliatan di kertas menjadi jejak jalur ‘mobil’ kita. Nah, kalau goresannya itu kena jebakan berarti kita harus ngulang.
ABC Lima Dasar
Ini juga mainan yang cuma membutuhkan jari. Masih ada yang inget caranya? Nih gue ingetin, pertama tiap peserta harus mengeluarkan sejumlah jarinya, lalu semua jari yang keluar dihitung mengikuti hitungan alfabet. Misalkan yang keluar adalah huruf ‘J’ maka tiap peserta kudu menyebutkan nama hal yang berawalan huruf ‘J.’ Nah, nama halnya itu ditentuin sebelum permainan dimulai. BIsa nama negara, nama buah, nama presiden, dan lain-lain.
Adu Ayam Jempol
Semua anak pasti tau permainan ini. Caranya emang gampang banget, kita cukup memanfaatkan jempol kita untuk melawan jempol teman. Kedua jempol saling beradu seperti ayam yang sedang diadu. Siapa yang bisa menjepit jempol lawan selama tiga detik dialah yang menang. Permainan ini sih paling asik kalau dimainin sama gebetan kita. Lumayan... jadi momen pegang-pegangan.
Suit Jepang Cubit-Jitak-Gampar

Sumber: shirt.woot.com (http://shirt.woot.com/forums/viewpost.aspx?postid=4053817)
Kalau gunting menang, berarti dicubit hidungnya. Kalau batu menang, kepala dijitak. Kertas menang, pipi digampar. Walau cukup nyakitin dan pasti meninggalkan bekas, tapi permainan satu ini sering dilakukan. Bahkan berentinya kalau ada peserta yang keliatannya udah mau nangis atau bel sekolah berbunyi.
Ada juga modifikasi dari permainan ABC Lima Dasar sama suit Jepang cubit-jitak-gampar ini yaitu “taktikbumjerwit” yang merupakan akronim dari “jitak, kelitik, bum (semacam suara palu), jewer, dan ciwit (cubit dalam bahasa Sunda).” Cara mainnya masing-masing pemain milih mau yang sebagai tak, tik, bum, jer, atau wit. Terus masang jari dan diitung, berhenti di apakah. Kalau di “tak,” berarti si pemilih tak berhak ngejitak.
Yang paling lucu dari permainan ini adalah, walau jarang banget ada film atau sinetron yang menampilkan permainan-permainan ini, tapi hampir seluruh anak di Indonesia pernah memainkannya. ‘Tul nggak?
0 komentar:
Posting Komentar